Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , New York Times, Jumat (10/9/2021) melaporkan, serangan drone terakhir AS di dekat Bandara Kabul menjelang penarikan total pasukan asing dari Afghanistan, sepertinya tidak menghantam kendaraan ISIS-K tapi kendaraan seorang pekerja Afghanistan.
Zemari Ahmadi, pekerja di lembaga sosial AS dicurigai melakukan kontak dengan tempat persembunyian ISIS, tapi rekan-rekan kerja Ahmadi mengatakan saat itu ia bersama koleganya membawa makanan, dan sedang mengantarkan laptop milik atasannya.
Menurut rekan-rekannya, Ahmadi setelah mengantarkan mereka, kembali ke rumah, dan tiba-tiba sebuah rudal Hellfire menghantam mobil yang dikendarainya. Operator drone AS mengaku saat menembakan rudal, tidak ada perempuan, anak-anak atau sipil.
Akan tetapi akhirnya militer AS mengaku membunuh tiga warga sipil, padahal keluarga Ahmadi mengatakan 10 anggota keluarga termasuk tujuh anak-anak tewas dihantam rudal AS. (HS)
342/